Sabtu, 03 Juni 2023

Edukasi

REVIEW BUKU “FILOSOFI TERAS”

Karya Henry Manampiring




Saat cobaan, kesusahan, bencana terasa begitu berat melanda yang diminta dari kita bukanlah teori, strategi, tips, dan trik yang canggih-canggih. Filosofi teras hanya meminta kita untuk cukup bertahan,tetap teguh bagai tebing karang yang tidak bisa dikalahkan badai.Sampai akhirnya cobaan tersebut yang “lelah”  sendiri. Itu adalah salah isi dari buku Filosofi Teras

Buku ini pada awalnya adalah hasil tentang sebuah survei kekhawatiran nasional yang semakin banyak sekaligus menggambarkan  tentang sekilas kehidupan si penulis yang dipenuhi oleh emosi negatif yang berlebihan dan sangat menggangu. Lalu, lebih dari 2000 tahun lalu sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan solusi dari banyaknya emosi negatif yaitu Stoisisme atau filosofi Stoa, namun penulis lebih memperkenalkannya dengan “Filosofi Teras” yang merupakan filsafat Yunani-Romawi Kuno yang bisa membantu kita untuk mengatasi emosi negatif serta membentuk  mental seseorang menjadi tangguh dalam menghadapi naik turunnya kehidupan. Dalam buku tersebut, filsafat Stoa digambarkan dengan sederhana dengan inti dikotomi kendali nasib manusia sehingga dari dikotomi kendali tersebut, manusia dapat memahami  hal-hal yang dapat membuatnya bahagia maupun tidak. Ada hal-hal yang berada di bawah  kendali kita seperti: persepsi kita,keinginan kita, tujuan kita, dan hal yang kita pikirkan. Sedangkan hal yang berada di luar kendali kita seperti: tindakan orang lain, persepsi orang lain terhadap kita, kesehatan, kekayaan, dan populatitas kita. Namun, Wiliam Irvine menawarkan trikotomi kendali di mana memuat apa yang menjadi kendali kita,tidak menjadi kendali kita, dan juga menjadi bagian dari kendali kita.

Buku Filosofi Teras ini sangat berbeda dengan buku filsafat lainnya karena filosofi teras (Stoa) digambarkan dengan analogi kejadian yang real di kehidupan sehari-hari dan penggunanan bahasa yang sesuai dengan Generasi Milenial dan Gen-Z. Salah satu yang menarik dari Filosofi Teras ini terletak pada tujuannya yaitu hidup dalam ketenangan dan terbebas dari segala emosi negatif. Oleh karena itu, pada setiap bab Filososfi Teras terdapat pelajaran yang diambil, salah satunya yaitu dalam menjalani kehidupan harus selaras dengan alam. Di mana kehidupan berjalan sesuai kehendak pencipta-Nya dan selaras dengan alam itu berarti kita harus selalu mengandalkan akal kita agar tidak terbawa arus yang menyimpang. Apalagi sekarang ini banyak di antara kita yang belum bijak dalam menggunakan medsos dan sering ditemui berita hoaks, sehingga kita tidak cepat terbawa emosi dan tidak baperan. Satu hal yang harus kita ingat, jangan terlalu memikirkan hal yang belum tentu akan terjadi ke depannya, biarkan berjalan sebagaimana mestinya, namun tetap diiringi dengan usaha agar mendapat hasil yang maksimal.Secara keseluruhan buku ini menarik dan recommended banget untuk dibaca.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resep Risol Mayo Risol adalah salah satu hidangan yang cocok untuk menemani saat santai di rumah maupun di kantor. Salah satu varian yang ba...